Taawudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi as-samī‘ al-‘alīm min ash-shayṭānir-rajīm
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syaitan yang terkutuk
Ketuk kartu untuk menghitung bacaan yang berulang. Hitungannya tersimpan di perangkat Anda dan mulai ulang setiap hari.
Al-Ma'tsurat Sughra Petang 195 bacaan
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi as-samī‘ al-‘alīm min ash-shayṭānir-rajīm
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syaitan yang terkutuk
Al-Fātiḥah · Pembukaan
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ١
Bismi llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢
Al-ḥamdu lillāhi rabbi al-‘ālamīn
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣
Ar-raḥmāni ar-raḥīm
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤
Māliki yawmi ad-dīn
Yang Menguasai di Hari Pembalasan
إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦
Ihdinā aṣ-ṣirāṭa al-mustaqīm
Tunjukilah kami jalan yang lurus
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧
Ṣirāṭa alladhīna an‘amta ‘alayhim ghayri al-maghḍūbi ‘alayhim wa laḍ-ḍāllīn
Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
Al-Baqarah · Sapi Betina
الٓمٓ ١
Alif lām mīm
Alif lam mim
ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ٢
Dhālika al-kitābu lā rayba fīh hudan lil-muttaqīn
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa
ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ۙ ٣
Alladhīna yu’minūna bil-ghaybi wa yuqīmūna aṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn
Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka
وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٤
Wa alladhīna yu’minūna bimā unzila ilayka wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yūqinūn
Dan orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an dan kitab-kitab yang terdahulu, mereka yakin akan adanya hari akhir
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٥
Ulā’ika ‘alā hudan min rabbihim wa ulā’ika humul-mufliḥūn
Mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung
Al-Baqarah · Sapi Betina
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ ٢٥٥
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm lā ta’khudhuhū sinatun walā nawm, lahu mā fī as-samāwāti wa mā fī al-arḍ, man dhā alladhī yashfa'u 'indahu illā bi-idhnih ya'lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum walā yuḥīṭūna bishay'in min 'ilmihī illā bimā shā’, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, walā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wahuwal-'aliyyul-'aẓīm
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلۡغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّـٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلۡعُرْوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٥٦
Lā ikrāha fī ad-dīn qad tabayyana ar-rushdu minal-ghayyi faman yakfur biṭ-ṭāghūti wa yu’min billāhi faqad istamsaka bil-‘urwati al-wuthqā lā infiṣāma lahā, wal-lāhu samī'un ‘alīm
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kokoh yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّـٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ٢٥٧
Allāhu waliyyu alladhīna āmanū yukhrijuhum mina aẓ-ẓulumāti ilan-nūr, walladhīna kafarū awliyāuhumu aṭ-ṭāghūtu yukhrijūnahum mina an-nūri ilā aẓ-ẓulumāt, ulā’ika aṣḥābu an-nār, hum fīhā khālidūn
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya
Al-Baqarah · Sapi Betina
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ ٢٨٤
Lillāhi mā fī as-samāwāti wa mā fī al-arḍi, wa in tubdū mā fī anfusikum aw tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh, fa-yaghfiru liman yashā'u wa yu‘adhdhibu man yashā'u, wa-Allāhu ‘alā kulli shay'in qadīr.
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ٢٨٥
Aamana ar rusulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu'minuun kullun aamana billahi wa mala-ikatihi wa kutubihi wa rusulihi laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qalu sami'na wa atho'na ghufranaka rabbana wa ilaikal masiir.
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): 'Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya', dan mereka mengatakan: 'Kami dengar dan kami taat'. (Mereka berdoa): 'Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali'.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًۭا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ ٢٨٦
Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maa iktasabat rabbanaa laa tu'aakhidznaaa in nasiinaa aw akhtho'naa rabbanaa wa laa tahmil 'alainaaa isron kamaa hamaltahuu 'alal ladziina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa taaqata lanaa bihii wa'fu 'annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qawmil kaafiriin.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'.
Al-Ikhlās · Ikhlas
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١
Qul huwa Allāhu aḥad
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa"
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢
Allāhu ṣ-ṣamad
Allah tempat meminta segala sesuatu
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣
Lam yalid wa lam yūlad
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤
Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia
Al-Falaq · Waktu Subuh
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١
Qul a‘ūdhu birabbi al-falaq
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (waktu fajar)"
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢
Min sharri mā khalaq
Dari kejahatan makhluk-Nya
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣
Wa min sharri ghāsiqin idhā waqab
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita
وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ ٤
Wa min sharri an-naffāthāti fī al-‘uqad
Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥
Wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad
Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki
An-Nās · Manusia
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١
Qul a‘ūdhu birabbi an-nās
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia"
مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢
Maliki an-nās
Raja manusia
إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ ٣
Ilāhi an-nās
Sembahan manusia
مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ ٤
Min sharri al-waswāsi al-khannās
Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi
ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥
Alladhī yuwaswisu fī ṣudūri an-nās
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦
Mina al-jinnati wa an-nās
Dari (golongan) jin dan manusia
أَمْسَيْنَا وَ أَمْسَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَلْحَمْدُ لِلهِ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَا إِلَهَ إِلَّاهُوَ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
Amsainaa wa amsal-mulku lillahi walhamdu lillahi laa syarika lahu laa ilaaha illaahu wa ilaihil-mashiir
Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanyalah milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada Tuhan selain Dia, dan kepada-Nya tempat kembali.
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Amsainaa ‘alaa fithrotis-slaam wa ‘alaa kalimatil-ikhlaas wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wa ‘alaa millati abiinaa Ibraahiima haniifam musliman wa maa kaana minal-musyrikiin
Kami telah memasuki waktu petang dalam keadaan fitrah Islam, dalam keadaan kalimat ikhlas, dalam agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam agama bapak kami Ibrahim yang lurus, seorang muslim, dan tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْر فَأَتِمَّ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة
Allāhumma innī amsaitu minka fī ni‘matin wa ‘āfiyatins-sitr fa-atimm ‘alayya ni‘matak wa ‘āfiyatika wa sitraka fī ad-dunyā wal-ākhirah
Ya Allah, sesungguhnya aku telah memasuki waktu petang dengan nikmat, kesehatan, dan perlindungan dari-Mu. Maka sempurnakanlah atas diriku nikmat, kesehatan, dan perlindungan-Mu di dunia dan akhirat.
اللَّهُمَّ مَا أَمْسَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ
Allāhumma mā amsa bī min ni‘matin aw bi-ahadin min khalqika faminka wahdaka lā syarīka laka falakal-ḥamdu walakasy-syukr
Ya Allah, segala nikmat yang telah aku rasakan atau yang diperoleh oleh salah seorang makhluk-Mu, semuanya berasal dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan syukur.
يَا رَبِّي لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيمِ سُلْطَانِكَ
Yā rabbī laka al-ḥamdu kamā yanbaghī li jalāli wajhika wa li ‘aẓīmi sulṭānik
Ya Tuhanku, bagi-Mu segala puji, sebagaimana semestinya bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا
Raḍītu billāhi rabban wa bil-islāmi dīnan wa bi-muḥammadin nabiyyan wa rasūlan
Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subḥānallāhi wa biḥamdih ‘adada khalqihī wa riḍā nafsihī wa zinata ‘arsyihī wa mīdāda kalimātihī
Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sebagaimana keridhaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhil-ladhī lā yaḍurru ma‘a ismihi syai-un fī al-arḍi wa lā fī as-samā’i wa huwa as-samī‘ul-‘alīm
Dengan menyebut nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan berbahaya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُه
Allāhumma innā na‘ūdzu bika min an nusyrika bika syai-an na‘lamuhu wa nastaghfiruka limā lā na‘lamuhu
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari syirik kepada-Mu, sedangkan kami mengetahuinya, dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang tidak kami ketahui.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A‘ūdhu bikalimātil-lāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammil-wal-ḥazan, wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang menindas dan dari kekuasaan manusia.
اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي
Allāhumma ‘āfinī fī badanī, allāhumma ‘āfinī fī sam‘ī, allāhumma ‘āfinī fī baṣarī
Ya Allah, berilah aku kesehatan pada badanku, berilah aku kesehatan pada pendengaranku, berilah aku kesehatan pada penglihatanku.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِوَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِلاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-kufri wal-faqri, wa a‘ūdzu bika min ‘adzābil-qabr, lā ilāha illā anta
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan selain Engkau.
اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anā ‘abduka wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mā astaṭa‘tu a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu abū‘u laka bini‘matika ‘alayya wa abū‘u bidzambī faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janji dan perjanjian-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāhal-‘aẓīmal-ladhī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūma wa atūbu ilaih
Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّــيْتَ عَـلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْـرَاهِيْمَ وبَارِكْ عَـلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَـلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَــلَى آلِ سَيـِّدِنَا إِبْـرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā muḥammadin kamā shallayta ‘alā sayyidinā ibrahīma wa ‘alā āli sayyidinā ibrahīma wa bārik ‘alā sayyidinā muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā muḥammadin kamā bārakta ‘alā sayyidinā ibrahīma wa ‘alā āli sayyidinā ibrahīma fil-‘ālamīna innaka ḥamīdun majīd
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim, serta berkahilah kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāhi wal-ḥamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىْ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr
Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subḥānaka allāhumma wa biḥamdika asyhadu allā ilāha illā anta astaghfiruka wa atūbu ilaika
Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
اَلَّلهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِىِّ الْأُمِّىِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِمًا عَدَدَمَا مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ وَارْضَ الَّلهُمَّ عَنْ سَدَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنْ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā muḥammadin ‘abduka wa nabiyyika wa rasūlika n-nabīl-ummiyyi wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallim taslīman ‘adadamā aḥaatho bihi ‘ilmuka wa khaṭṭa bihi qalamuka wa ahsāhu kitābuka wa arḍallāhumma ‘an ṣadātinā abī bakrin wa ‘umar wa ‘utsman wa ‘alīyyin
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, hamba dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi, dan kepada keluarga serta sahabatnya, semoga keselamatan tercurah sebanyak ilmu-Mu, sebanyak pena-Mu menulis, sebanyak isi kitab-Mu, dan ridhoilah Engkau kepada para pemimpin kami, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, kepada seluruh sahabat, kepada tabi’in dan pengikut mereka dengan sebaik-baiknya hingga hari kiamat.
سُبْحَانَكَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّتِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَّامُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Subḥānaka rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yashifūna wa sallāmu ‘alal-mursalīna wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Maha Suci Engkau, Tuhanmu, Tuhan yang memiliki keagungan dari apa yang mereka katakan, dan keselamatan tercurah kepada para Rasul, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Āl ‘Imrān · Keluarga Imran
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِۖ تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُۖ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٦
Quli allāhumma mālika al-mulki tu'tī al-mulka man tashā'u wa tanzi‘u al-mulka mimman tashā'u wa tu‘izzu man tashā'u wa tudhillu man tashā'u biyadika al-khayru innaka ‘alā kulli shay'in qadīr
Katakanlah (Muhammad), 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'
تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۖ وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّۖ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍۢ ٢٧
Tūliju al-layla fī an-nahāri wa tūliju an-nahāra fī al-layli wa tukh'riju al-ḥayya mina al-mayyiti wa tukh'riju al-mayyita mina al-ḥayyi wa tarzuqu man tashā'u bighayri ḥisāb
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.
اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَاإِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُنَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْلِي
Allāhumma innahā iqbālul-laili wa idbārun-nahāri wa aswātud-du‘ātika faghfirlī
Ya Allah, sesungguhnya ini adalah waktu malam yang datang, waktu siang yang pergi, dan suara-suara orang-orang yang berdoa kepada-Mu, maka ampunilah aku.
اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ، قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ، وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا، وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ، وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ. اَللَّهُمَّ أَمِيْنَ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ
Allāhumma innaka ta‘lamu anna hādihil qulūba qadij-tama‘at ‘alā maḥabbatika wa at-taqat ‘alā ṭā‘atika wa tawwaḥadat ‘alā da‘watika wa ta‘āhadat ‘alā nuṣrati syarī‘atika fawaththiqillāhumma rābiṭatahā wa adim wuddahā wa ahdiha subulahā wa amla’ahā binūrikalladhī lā yakhbū wa asyrah ṣudūrahā bifayḍil īmānibika wa jamīlittawakkuli ‘alayka wa aḥyihā bima‘rifatika wa amithhā ‘alasyahādati fī sabīlik, innaka ni‘mal mawlā wa ni‘man naṣīr. Allāhumma amīn. Wa shalli allāhumma ‘alā sayyidinā muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallim
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam cinta kepada-Mu, bersatu dalam ketaatan kepada-Mu, bersatu dalam doa kepada-Mu, dan bersatu dalam membela syariat-Mu. Maka kuatkanlah, ya Allah, ikatan hati-hati ini, pertahankanlah kasih sayang di antara mereka, berikanlah petunjuk kepada jalan-jalan mereka, penuhilah mereka dengan cahaya-Mu yang tidak akan padam, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu, keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah mereka dengan pengetahuan-Mu, matikanlah mereka dalam kesaksian di jalan-Mu. Sungguh, Engkau adalah Pemelihara yang baik dan Penolong yang baik. Ya Allah, Amin. Dan limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya.
Alhamdulillah, selesai.
Al-Ma'tsurat Sughra Petang sudah dibaca lengkap.
Hitungan tersimpan di perangkat ini saja dan mulai ulang setiap hari.
Masuk untuk mengatur jadwal, memantau perangkat, dan mencatat kehadiran kegiatan.
Masuk ke Sistem